April 05, 2017

Museum Trinil

Museum Trinil (sumber: IG @explor_ngawi)

Museum Trinil
        Tempat ini berisi sejarah manusia purba beserta kehidupan purba lainnya yang ditemukan oleh arkeologis Belanda bernama Eugene Dubois tahun 1891 -  1892. Selain itu disitus ini juga ditemukan fosil banteng dan gajah purba yang sangat berguna bagi penelitian dan pendidikan khususnya dibidang sejarah kepurbakalaan. Dalam komplek museum ini disajikan berbagai peralatan hidup dan fosil-fosil  peninggalan masa prasejarah yang ditemukan sepanjang aliran sungai Bengawan Solo. Selain mengamati dan menikmati koleksi museum pengunjung juga ditawari pemandangan Sungai Bengawan Solo dari ketinggian.
        Sejarah Museum Trinil  tidak lepas dari jasa Wirodiharjo (Wirobalung). Yang sejak tahun 1967 ia memiliki gagasan mengumpulkan fosil-fosil yang sering ia temui di tepi kali Bengawan Solo. Lalu fosil-fosil tersebut ia simpan di rumahnya. Dan bahkan rumahnya 1/3-nya terisi oleh berbagai fosil. Kemudian pada tahun 1980-1981 Pemda mendirikan Museum Mini untuk menampung fosil koleksi Wirodiharjo dan mengingat hasil penemuan serta Tugu Monumen penduduk arah ditemukannya fosil Phitecanthropus Erectus oleh Eugene Dubois yang sudah dikenal sejak 1891 maka Pemprov Jatim membangun Museum Trinil dan diresmikan oleh gubernur Jawa Timur, Soelarso pada tanggal 20 November 1991. Museum Trinil di dalamnya terdapat berbagai fosil yang diantaranya adalah tanduk kerbau, gading gajah, tanduk banteng, berbagai gigi manusia purba dan lainnya. Banyak sekali peninggalan fosil-fosil yang membuat kita menarik waktu ke jutaan tahun lamanya.


Lokasi

Museum Trinil, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, Indonesia. Museum Trinil atau Kepurbakalaan Trinil terletak di Dukuh Pilang, desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Berjarak 14 km dari Kota Ngawi ke arah Barat Daya, pada km 10 jalan Raya Ngawi, Solo. Ada pertigaan belok ke arah Utara. Sepanjang 3 km perjalanan baru sampai pada museum Trinil. Letaknya sendiri di pinggiran kali Bengawan Solo, dan layaknya situs-situs kepurbakalaan yang ada di tanah air memang cenderung di pinggiran sungai. Seperti halnya situs Sangiran atau situs Sambung Macan Sragen juga di Bantaran Sungai Bengawan Solo.

Aksesibilitas
       Area Museum Trinil menempati areal tanah seluas 2,5 Ha. Museum Trinil yang berada di dekat kota Ngawi, untuk menempuhnya sangat mudah sekali. Jika kita dari Ngawi, kita menuju arah Solo. Sekitar 12 km ke Barat. Dan kemudian masuk sekitar kurang lebih 3 km ke Utara. Jika naik kendaraan umum dari Ngawi, bilang saja turun di Pertigaan Trinil, atau Trinil. Lalu untuk menuju Museumnya kita dapat menyewa jasa ojek setempat. Kurang lebih biayanya hanya Rp 10.000,-.

Harga Tiket
Harga tiket untuk memasuki Museum Trinil adalah Rp 1.000,00 untuk anak-anak dan Rp 2.000,00 untuk orang dewasa. Tiket ini dibayarkan di pos penjaga yang terdapat di luar museum. Apabila menggunakan kendaraan pribadi, Anda dikenai biaya parkir, yaitu Rp 1.000,00 untuk motor dan Rp 2.000,00 untuk mobil.

Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
      Museum Purbakala Trinil telah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti lahan parkir yang cukup luas, pendopo atau ruang pertemuan, kantor layanan informasi, tempat istirahat bagi tamu atau peneliti yang ingin tinggal selama beberapa hari, mushola, serta toilet. Selain berbagai fasilitas tersebut, wisatawan yang ingin beristirahat usai mengunjungi museum bisa rehat sejenak dengan duduk-duduk di taman yang dilengkapi dengan sarana bermain anak. Taman ini telertak di sebelah utara museum. Taman bermain anak tersebut menyediakan berbagai sarana permainan anak, seperti ayunan, papan seluncur, serta jungkat-jungkit. Selain dihiasi oleh bunga-bunga, taman ini juga diperindah dengan patung-patung hewan yang merupakan rekonstruksi dari bentuk-bentuk hewan purba.
       Bagi Anda yang ingin melihat langsung aliran Bengawan Solo dapat duduk-duduk di kursi panjang yang menghadap sungai yang terkenal berkat lagu keroncong ciptaan Gesang ini. Sungai ini memanjang persis di sebelah museum dengan dilingkupi rerimbunan pohon yang menyejukkan suasana. Apabila merasa lapar, para pelancong dapat memesan makanan seperti tempe lodeh plus telur dadar dengan harga yang sangat terjangkau di warung-warung makan di depan museum.


April 04, 2017

Bukit Liliran

Bukit Liliran
      Gunung Liliran merupakan salah satu objek wisata alam dan spiritual yang berada di Kabupaten Ngawi. Gunung ini memiliki latar belakang alam pegunungan yang sangat indah. Sejauh mata memandang akan nampak hamparan sawah hijau dan sungai yang meliuk-liuk kearah utara menuju Sungai Bengawan Solo. selain alamnya yang menarik, telah menjadi ritual bahwa setiap tanggal 1 Muharram (1 Syuro, menurut penanggalan Jawa) tempat ini banyak dikunjungi oleh orang yang ingin berziarah atau bersemedi di gua. biasanya pada bulan ini para peziarah datang ke puncak bukit pada siang hari dan malam hari. sebagian dari mereka bertapa di beberapa gua atau berziarah ke Makam Joko Budug.
       Legenda Joko Budug sangat terkenal di kalangan masyarakat Ngawi. Alkisah pada zaman dahulu seorang putri raja yang bernama Putri Ayu Rara Kemuning sakit parah. Raja pun membuat sayembara, barangsiapa yang dapat menyembuhkan sang putri maka akan bersanding dengannya. Dengan kesaktiannya, Joko Budug mampu menyembuhkan sang putri namun kemudian ia dibunuh oleh patih raja. Sebelum meninggal ia bersumpah hanya mau dikuburkan apabila telah dinikahkan dengan sang putri. Sang putri yang berduka melarikan diri dari istana, dan akhirnya menghembuskan nafas di gunung Liliran. Akhirnya sepasang kekasih tersebut dimakamkan di gunung Liliran. Sejak saat itulah masyarakat menganggap tempat ini sebagai tempat keramat mengingat latar belakang sejarahnya.

Lokasi : Bukit Liliran yang berjarak kurang lebih 47 Km dari kota Ngawi, berlokasi di Desa Ketanggung, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Bukit Liliran (by: IG @explor_ngawi)

Fasilitas Pendukung

Nama Fasilitas
Jenis
Alamat
Jumlah Kamar & Harga (per kamar, per malam)
Hotel Sukowati
Penginapan
Jln. Sukowati No.81 Karangasri, Ngawi
Jml kamar 44 tarif Rp. 65.000,- s/d Rp. 300.000,- Telp. 749 350
Hotel Maksum
Penginapan
Jl. Suryo No 19 Grudo Ngawi
Jml kamar 26, tarif Rp. 17.000,- s/d Rp. 70.000,- Telp. 749 456
Hotel Asri
Penginapan
Jl. Ahmad Yani, Beran, Ngawi
Jml kamar 12, tariff Rp. 20.000,- s/d Rp. 70.000,- Telp. 746 308
Ngawi Indah Hotel
Penginapan
Desa Karangasri, Kec. Ngawi
Tarif Rp75.000 - Rp225.000
Hotel Nuansa
Penginapan
Jl. Yos Sudarso no. 36 Margomulyo Ngawi
Jml kamar 35, tarif Rp.17.000,- s/d Rp. 70.000,- Telp. 749 413
Hotel Wahyu Dua
Penginapan
Jl Letjen S Parman No 34 Beran Ngawi
Jml kamar 12, tariff Rp. 20.000,- s/d Rp. 100.000,- Telp. 746 623
Hotel Wahyu
Penginapan
Jl. Ahmad Yani No.92 Margomulyo Kec, Ngawi
Jml kamar 12, tariff Rp. 20.000,- s/d Rp. 100.000,- Telp. 746 623
Losmen Adiratna
Penginapan
Jl. Raya solo N0 2 widodaren
Jml kamar 30, tarif Rp. 20.000,- s/d Rp. 100.000,- Telp. 749 165
RM Kurnia Jawa Timur
Restaurant
Jl. Raya Solo Ngawi Km 7 Ngawi
Tarif Rp75.000 - Rp225.000
RM Duta 1
Restaurant
Watualang, Ngawi

RM Duta 2
Restaurant
Jl. Raya Solo KM 5 Watualang Ngawi

SPBU Pertamina 54.632.03
SPBU
Jl. PB. Sudirman, Margomulyo, Ngawi

SPBU Pertamina
SPBU
Beran, Ngawi

SPBU 54-63210
SPBU
Jl.Ir. Soekarno, klitik, geneng

SPBU Pertamina 54.632.01
SPBU
Jl. Ir  sukowati, karangasri, ngawi

Pemandian Tawun


Pemandian Tawun (Sumber: IG @explor_ngawi)

Pemandian Tawun

     Wisata Taman Pemandian tawun Ngawi adalah salah satu tempat wisata yang berada di Desa  Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten  Ngawi. Wisata Pemandian Tawun adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari-hari. Wisata Pemandian Tawun memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sangat di sayangkan jika anda berada di kota ngawi tidak mengunjungi wisata Wisata Pemandian Tawun yang mempunyai keindahan  yang tiada duanya tersebut.

Lokasi
Obyek Wisata Pemandian Tawun ini terletak di Desa Tawun Kecamatan Kasreman 7 km kearah timur kota Ngawi. 

Daya Tarik
    Wisata Pemandian Tawun merupakan tempat wisata yang harus kunjungi karena pesona keindahannya tidak ada duanya. Penduduk lokal daerah Kasreman juga sangat ramah tamah terhadap wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Kota Wisata Pemandian Tawun juga terkenal akan keindahan obyek wisatanya , salah satu contohnya adalah Wisata Pemandian Tawun ini. Berbagai Legenda lahir dari lokasi objek wisata ini, seperti sebuah upacara adat ritual bersih Desa yang dikenal dengan nama Keduk Beji. Upacara adat tersebut setiap tahunnya rutin diadakan serta mampu menyedot para pengunjung lokal maupun para pengunjung dari luar daerah Kabupaten Ngawi. Di Wisata Pemandian Tawun  ini terdapat sebuah wahana kolam renang anak-anak berupa Waterboom. Selain itu beberapa fasilitas lain juga akan segera dibangun berupa 2 buah balok loncat. Objek wisata tersebut juga memiliki beberapa sarana olahraga serta arena bermain yang dapat menambah fasilitas yang ada di lokasi tersebut. Selain fasilitas arena bermain, di obyek wisata ini terdapat berbagai macam jenis binatang diantaranya binatang monyet, burung, dan kura-kura. selain kolam renang di lokasi tersebut terdapat danau buatan yang dilengkapi dengan perahu kano, serta kebun binatang mini dan area tempat mancing ikan. 


Fasilitas
Wisata Taman Pemandian tawun Ngawi bisa dibilang sebuah wisata pemandian yang memiliki beberapa akan fasilitas dan pelayanan di antaranya sebagai berikut :
  • Area Parkir kendaraan
  • Mushola
  • Toilet
  • Warung makan

Aksesibilitas
     Menuju ke objek wisata ini tidaklah sulit, karena bisa dengan mudah dicari melalui aplikasi Google Maps, maupun tanpa aplikasi. karena lokasinya yang dekat dengan jalan raya Ngawi - Caruban serta sudah di lengkapi dengan petunjuk arah sampai ke lokasi wisata. Pemandian Tawun merupakan salah satu objek wisata unggulan di wilayah Kabupaten Ngawi sehingga sarana dan prasaran untuk sampai di lokasi wisata sudah didukung sepenuhnya, termasuk kondisi jalan menuju objek wisata.

Tiket 
  • Tiket Rp 5.000,-/orang
  • Tiket Parkir Rp 2.000/motor dan Rp 3.000,-/mobil

Kolam Renang di Tawun (sumber: IG @explor_ngawi)





April 03, 2017

Waduk Pondok

Sunset Di Waduk Pondok (Sumber : Warih Sanjaya,2017)

Waduk Pondok (Pondok Dam)


      Waduk Pondok terletak di desa Dero Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi, memiliki luas 2.596 hektar dan dikelilingi oleh hutan mahoni dan pohon jati. Waduk Pondok dibangun pada tahun 1992-1997. Proyek ini dikerjakan pada masa Orde Baru dan kala itu diresmikan oleh Menteri Harmoko. Tujuan utama dibangun tempat ini adalah untuk pengairan sawah. Wisata Waduk Pondok Ngawi adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang  berbeda dengan aktivitas kita sehari hari. Obyek wisata ini menawarkan keindahan panorama air dan perbukitan. Wisata Waduk Pondok dengan hamparan air yang luas yang dikelilingi pohon-pohon yang rindang merupakan tempat rekreasi yang menarik. Hamparan rumput dan pepohonan di sisi kiri dan kanan akan memanjakan mata pengunjung dengan keindahan alam.
Selain sebagai wisata rekreasi keluargan, Waduk Pondok juga merupakan tempat hiburan bagi para pengunjung yang hobi memancing. Di waduk ini banyak ditemukan berbagai jenis ikan seperti ikan tawes, ikan tombro dan ikan bandeng.  Untuk mendukung perkembangan pariwisata di wilayah Kabupaten Ngawi khususnya di Waduk Pondok, secara rutin Dinas Pariwisata mengadakan lomba mancing dalam rangka memperkenalkan keindahan obyek wisata ini. 

Lokasi
      Lokasi  Wisata Waduk Pondok Ngawi  terletak di Desa Dero, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa TimurBerdasarkan letak geografis, Waduk Pondok terletak diposisi  7°24'35.72" LS dan 111°33'47.61" BT. Jarak dari pusat Kota Ngawi kurang lebih 16 Km ke arah Timur.

Daya Tarik
       Wisata Waduk Pondok Ngawi .merupakan tempat wisata yang harus anda kunjungi karena pesona keindahannya tidak ada duanya. Penduduk lokal daerah Bringin , juga sangat ramah tamah terhadap wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Kota  ngawi juga terkenal akan keindahan obyek wisatanya , salah satu contohnya adalah Wisata Waduk Pondok Ngawi ini. Obyek wisata ini menawarkan keindahan panorama air dan perbukitan serta hamparan pepohonan yang rindang. 

Fasilitas
     Wisata Waduk Pondok Ngawi bisa dibilang sebuah wisata alam yang memiliki beberapa akan fasilitas dan pelayanan di antaranya sebagai berikut :
  • Perahu 
  • Arena Pemancingan 
  • Balai Wisata
  • Gardu Pandang 
  • Warung Makan 
  • Arena Motor Cross
  • Tempat Parkir
  • Mushola
  • Kamar Mandi

Aksesibilitas dan Transportasi
     Bagi wisatawan asal kota  ngawi  sudah tidak bingung lagi untuk mendatangi lokasi Wisata Waduk Pondok Ngawi. Akan tetapi bagaimana bagi  wisatawan luar kota bahkan luar negeri, tentu mereka bingung dan takut kesasar. Tapi jangan khawatir bagi wisatawan  luar kota Wisata Waduk Pondok Ngawi  saya mempunyai solusinya agar anda semua tidak kesasar.

     Tentunya sarana transportasi apa yang anda pakai  untuk berwisata ke Wisata Waduk Pondok Ngawi dengan memakai kendaraan pribadi seperti : Mobil atau motor pribadi. Anda bisa meminta panduan arah ke Wisata Waduk Pondok Ngawi  di Google Maps yang terpasang di Smartphone anda. Karena memakai kendaraan pribadi akan lebih  menyenangkan dari pada memakai kendaraan umum.

       Akan tetapi jika anda memakai kendaraan umum seperti: bus umum atau angkutan lainnya juga bukan masalah besar, pasalnya anda bisa berhenti di terminal bus kota atau desa tujuan anda. Setelah itu melanjutkan dengan menggunakan ojek ataupun kendaraan pribadi anda menuju lokasi Wisata Waduk Pondok Ngawi tersebut.

Tiket Masuk
       Berkunjung ke Waduk Pondok tidak dipungut biaya, alias gratis. Maka dari itu setiap akhir pekan atau di kala sore hari, pengunjungnya banyak. Akan tetapi, pengunjungnya mayoritas adalah pemuda-pemudi warga sekitar. Waduk Pondok adalah tempat alternatif untuk pasangan muda dan tempat yang sangat cocok untuk rekresi keluarga sekedar untuk menikmati suasana alam. Kemudian untuk harga sewa perahu dalam sehari sebesar  Rp 100.000 – 150.000/rombongan (Max 10 orang), harga bisa saja berubah tergantung anda bisa bernegoisasi dengan penyewanya.

Informasi Lain
      Pelaksanaan kontruksi dimulai pada tahun 1993 samapai 1995. Pembangunan infrastruksur ini menghabiskan biaya mencapai Rp 30 milyar. Pengelolaannya sekarang dilakukan oleh Pengelola Wilayah Sungai Bengawan Solo. Bendungan ini difungsikan sebagai pemasok kebutuhan air irigasi sampai seluas 3.500 ha. Bendungan Pondok mempunyai luas daerah aliran sungai sekitar 32,90 km2. Curahan hujan tahunan : 2000 mm.

Volume waduk pada :
Muka Air (MA) banjir : 38,1 juta m3, Muka Air (MA) normal : 30,9 juta m3
Volume Mati : 2,9 juta m3, Vol. Efektif : 28 juta m

      Tipe Bendungan ini, berdasarkan materi dan struktur bangunan diklasifikasikan sebagai urugan batu dengan inti tanah dengan panjang puncak mencapai 298 m dan tinggi di atas dasar sungai : 30,67 m. Lebar puncak : 8 m, Tinggi di atas galian terdalam : 32 m, Elevasi puncak : EI + 110 m, Volume tubuh bendungan : 300.000 m3.

Trowongan Waduk Pondok
Tipe : terowongan
Panjang : 199,76 m
Bentuk : lingkaran
Tipe alat operasi : katup kupu
Garis tengah : 3,10 m
Kapasitas : 4,50 m3/detik

foto by
Pemandangan di Waduk Pondok (Sumber : Rudy Widiantoro)



Monumen Soeryo

    
Patung Gubernur Soeryo (by: Radar Djowo)
     Monumen Suryo dibangun untuk menghormati jasa jasa dari Gubernur pertama provinsi Jawa Timur, gubenur suryo. Gubenur Suryo meninggal dalam sebuah insiden kerusuhan komunis yang terjadi pada tahun 1948. Awal kejadian bermula Pada bulan November 1948, saat Presiden Soekarno memanggil semua gubernur dari provinsi untuk bertemu di Yogyakarta yang pada waktu itu Yogyakarta masih menjadi ibu kota Republik Indonesia.
       Saat Gubenur Suryo dalam perjalanan pulang untuk kembali ke Surabaya,saat rombongan sampai di Dukuh Bago Desa Kedungalar,Kabupaten Ngawi, Gubenur Suryo beserta para rombongan dihadang oleh segerombolan pengikut Komunis, Beliau beserta rombongan dipaksa untuk memasuki area hutan. saat beliau dan rombongan Tepat berada di tengah hutan Ngawi Kedungalar, beliau bersama dengan rombongan di bunuh dengan tanpa belas kasihan. Di sekitar tempat pembantaian Gubenur Suryo beserta Rombongan ini sekarang telah dibangun sebuah monumen untuk mengenang jasa jasa beliau dan juga untuk mengenang kebiadaban Komunis, Lokasi Monumen juga cukup strategis, letaknya antara hutan kayu jati dan juga hutan kayu mahoni
    Wisata  ini juga banyak menawarkan sebuah keindahan panorama alam di sekitar Objek Wisata dan di sekitar lokasi Monumen Suryoo juga telah di tanami beberapa tanaman untuk menandai 23 jenis tanaman langka yang dilindungi Ada juga jenis burung yang dikembangbiakkan .Untuk kenyamanan para pengunjung di sekitar Monumen, pihak pengelola monumen dari Perum Perhutani Ngawi juga telah membuat banyak fasilitas yang telah disediakan.antara lain ruang informasi, mushola dan juga sebuah pendopo untuk beristirahat dan tidak lupa juga sebuah tempat bermain bagi anak-anak. Tepat berada di sebelah barat  terdapat sebuah pasar burung dan ada juga hewan yang lain, harga burung di pasar tersebut sangat murah,bahkan banyak pedagang yang datang untuk membeli burung di pasar sekitar monumen datang dari luar kota ngawi, ada yang untuk koleksi pribadi maupun untuk di jual lagi di luar daerah ngawi.

Lokasi : Taman Wisata Monumen Gubernur Suryo terletak di Jalan Raya Ngawi-Solo Kilometer 19, tepatnya di Desa Pelanglor Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Atau, sekitar 20 kilometer arah barat dari Kota Ngawi.

Fasilitas : Rest Area, Pasar Burung, Warung Makan, Toilet, Mushola, Kebun Binatang Mini, Play Ground.

Benteng Pendem

Benteng Pendem (sumber : IG @explor_ngawi)

Benteng Pendem

      Peninggalan pada masa kolonial Belanda ini masyarakat biasa menyebut “ Benteng Pendem “ yang terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi Kota memiliki ukuran bangunan 165 m x  80 m dengan luas tanah 15 Ha. Lokasinya mudah dijangkau yakni  dari Kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi +/- 1 km arah Timur Laut. Letak Benteng benteng ini sangat strategis karena berada disudut pertemuan sungai bengawan Solo dan sungai Madiun. Benteng ini dulu sengaja dibuat lebih  rendah dari tanah sekitar yang dikelilingi oleh tanah tinggi sehingga terlihat dari luar terpendam.
       Pada abad 19 Kota Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur dan dijadikan pusat pertahanan Belanda diwilayah  Madiun dan sekitarnya  dalam perang Diponegoro ( 1825-1830 ). Perlawanan melawan Belanda yang berkobar didaerah dipimpin oleh kepala daerah setempat seperti di Madiun dipimpin oleh Bupati Kerto Dirjo dan di Ngawi dipimpin oleh Adipati Judodiningrat dan Raden Tumenggung Surodirjo, serta salah satu pengikut pangeran Diponegoro bernama Wirotani. Pada tahun 1825 Ngawi berhasil direbut dan diduduki oleh Belanda.  Untuk mempertahankan kedudukan dan fungsi strategis  Ngawi serta menguasai jalur perdagangan, Pemerintah Hindia –Belanda membangun sebuah Benteng yang selesai pada tahun 1845 yaitu Benteng Van Den Bosch. Benteng ini dihuni tentara Belanda 250 orang bersenjatakan bedil, 6 meriam api dan 60 orang kavaleri dipimpin oleh Van Den Bosch.
    Didalam benteng ini sendiri terdapat makam K.H Muhammad Nursalim, yaitu salah satu pengikut pangeran Diponegoro yang ditangkap oleh Belanda dan dibawa ke Benteng ini, konon katany K.H Muhammad Nursalim ini adalah orang yang menyebarkan agama islam pertama di Ngawi, dan memiliki kesaktian yang tinggi,yaitu tidak mempan ditembak, oleh karena itu maka beliau dikubur hidup – hidup.

Tiket
Masuk ke objek wisata Benteng Pendem dipungut biaya Rp 2.000,-/orang, sedangkan biaya tiket parkir Rp 2.000,-/kendaraan.